Serat Wedhatama (bahasa Indonesia: tulisan mengenai ajaran utama) adalah sebuah karya sastra Jawa Baru yang bisa digolongkan sebagai karya moralistis-didaktis yang sedikit dipengaruhi Islam. Karya ini secara formal dinyatakan ditulis oleh KGPAA Mangkunegara IV. Walaupun demikian didapat indikasi bahwa penulisnya bukanlah satu orang.
Serat ini dianggap sebagai salah satu puncak estetika sastra Jawa abad ke-19 dan memiliki karakter mistik yang kuat. Bentuknya adalah tembang, yang biasa dipakai pada masa itu.
Isi
Serat ini terdiri dari 100 pupuh (bait, canto) tembang macapat, yang dibagi dalam lima lagu, yaitu
Pangkur (14 pupuh, I - XIV))
Sinom (18 pupuh, XV - XXXII)
Pocung (15 pupuh, XXXIII - XLVII)
Gambuh (35 pupuh, XLVIII - LXXXII)
Kinanthi (18 pupuh, LXXXIII - C)
Isinya adalah merupakan falsafah kehidupan, seperti hidup bertenggang rasa, bagaimana menganut agama secara bijak, menjadi manusia seutuhnya, dan menjadi orang berwatak ksatria.
Terdapat beberapa bagian yang dapat dianggap sebagai kritik terhadap konsep pengajaran Islam yang ortodoks, yang mencerminkan pergulatan budaya Jawa dengan gerakan pemurnian Islam (gerakan Wahabi) yang marak pada masa itu.
Contoh:
Pangkur,bait 1(I):
Mingkar mingkuring angkara
Akarana karenan mardi siwi
Sinawung resmining kidung
Sinuba sinukarta
Mrih kretarta pakartining ngèlmu luhung
Kang tumrap ning tanah Jawa
Agama ageming aji
Menghindarkan diri dari angkara
Bila akan mendidik putra
Dikemas dalam keindahan syair
Dihias agar tampak indah
Agar tujuan ilmu luhur ini tercapai
Yang berlaku di tanah Jawa
Agama pegangan para pemimpin
Pocung, bait 1 (XXXIII):Akarana karenan mardi siwi
Sinawung resmining kidung
Sinuba sinukarta
Mrih kretarta pakartining ngèlmu luhung
Kang tumrap ning tanah Jawa
Agama ageming aji
Menghindarkan diri dari angkara
Bila akan mendidik putra
Dikemas dalam keindahan syair
Dihias agar tampak indah
Agar tujuan ilmu luhur ini tercapai
Yang berlaku di tanah Jawa
Agama pegangan para pemimpin
Ngèlmu iku kalakoné kanthi laku
Lekasé lawan kas
Tegesé kas nyantosani
Setya budya pangekesé dur angkara.
Ilmu itu bermanfaat bila dilaksanakan
Dimulai dengan kemauan
Kemauan untuk menyejahterakan sesama
Tabah mengembangkan, menaklukkan semua tantangan.
Sumber : id.wikipedia.org
Lekasé lawan kas
Tegesé kas nyantosani
Setya budya pangekesé dur angkara.
Ilmu itu bermanfaat bila dilaksanakan
Dimulai dengan kemauan
Kemauan untuk menyejahterakan sesama
Tabah mengembangkan, menaklukkan semua tantangan.
Sumber : id.wikipedia.org

0 komentar